Pertemuan 9: Long Document, Daftar Isi, dan Navigasi

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pertemuan ini, peserta mampu menyusun dokumen panjang seperti skripsi dan laporan dengan menggabungkan styles, Daftar Isi otomatis, heading multi level, penomoran bab, cross-reference, serta penomoran halaman yang terpisah antara bagian depan dan inti. Peserta memahami strategi struktur dokumen agar mudah dikelola.

  • Membuat Daftar Isi otomatis dari heading styles.
  • Mengatur penomoran bab dan multi level melalui multilevel list.
  • Menambahkan cross-reference dan caption otomatis.

Konsep Dasar

Dokumen panjang membutuhkan struktur yang terorganisir. Daftar Isi di Word dihasilkan otomatis dari heading yang diberi styles, bukan dari mengetik manual. Saat susunan halaman berubah, Daftar Isi cukup diperbarui tanpa menulis ulang. Penomoran bab dapat dibuat otomatis dengan multilevel list yang terhubung ke level heading, sehingga setiap bab baru bernomor berurut dan subbab otomatis.

Cross-reference memungkinkan merujuk ke gambar, tabel, atau bab tertentu dengan nomor yang selalu sinkron. Caption memberi keterangan pada gambar dan tabel lengkap dengan penomoran otomatis. Strategi ini membuat dokumen panjang tetap terpelihara saat dilakukan perbaikan di tengah proses penulisan.

Langkah Praktik

Menyusun Daftar Isi Otomatis

Pastikan setiap judul bab memakai style Heading 1 dan subbab Heading 2. Letakkan kursor pada halaman Daftar Isi, buka tab Referensi lalu klik Daftar Isi dan pilih gaya otomatis. Untuk memperbarui setelah ada perubahan, klik kanan pada daftar dan pilih Perbarui Bidang atau tab Referensi lalu Perbarui Tabel.

Mengatur Penomoran Bab

Pada tab Beranda klik Daftar Multi Level lalu pilih galeri yang menghubungkan level nomor ke heading styles. Uji dengan menambahkan bab baru; nomor bab dan subbab menyesuaikan otomatis. Gunakan tampilan kerangka (tab Lihat) untuk melihat struktur pohon dokumen.

Caption dan Cross-Reference

Pilih gambar atau tabel, klik tab Referensi lalu Sisipkan Keterangan. Pilih label Gambar atau Tabel dan biarkan penomoran otomatis mengikuti urutan. Untuk merujuk ikon, klik Referensi Silang, pilih tipe referensi, dan tentukan yang dirujuk. Referensi silang selalu diperbarui seiring perpindahan posisi objek.

Penomoran Halaman Terpisah

Pisahkan bagian depan dan inti menggunakan section break. Pada header section inti, nonaktifkan Sama dengan Sebelumnya lalu atur Format Nomor Halaman dengan mulai dari 1. Bagian depan dapat diberi angka Romawi dan inti angka Arab sehingga memenuhi standar penulisan laporan umum.

Latihan

Susun kerangka laporan Bab Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, dan Metodologi dengan subbab di tiap bab. Terapkan heading styles dan penomoran bab otomatis. Buat tiga gambar atau tabel dengan caption serta cross-reference dari teks. Buat Daftar Isi dan Daftar Gambar otomatis, lalu atur halaman depan bernomor Romawi dan inti bernomor Arab mulai dari 1. Perbarui semua field dengan menekan Ctrl+A lalu F9.

Menggunakan Daftar Isi Kustom untuk Bagian Non-Heading

Selain mengandalkan heading biasa, Word mendukung pembuatan Daftar Isi kustom yang mengambil teks tertentu melalui field TC. Ini berguna untuk bagian yang tidak memakai style Heading, seperti daftar lampiran khusus. Pilih Daftar Isi lalu Opsi untuk mengatur level pada style tertentu, atau gunakan kotak dialog untuk memasukkan entri manual.

Mengatur Nomor Halaman pada Bagian yang Berlainan

Untuk dokumen resmi, bagian depan memakai angka Romawi kecil dan dilanjutkan angka Arab pada bagian inti. Gunakan section break lalu ubah Format Nomor Halaman pada tiap bagian, dan matikan opsi Sama dengan Sebelumnya agar nomor tidak melanjutkan bagian lama. Verifikasi setiap section memiliki header dan footer independen agar susunan halaman tetap.

Diskusi dan Studi Kasus

Sebuah skripsi memiliki judul bab bertingkat, banyak gambar dan tabel, serta halaman depan dan inti yang dinomori berbeda. Diskusikan bagaimana hierarki heading, caption, dan cross-reference menopang dokumen yang berkelanjutan dan mudah diperbarui. Jelaskan langkah ketika sebuah tabel pindah dari bab dua ke bab empat: apa saja yang harus diperbarui agar Daftar Isi dan referensi tetap akurat.

Evaluasi Pemahaman

Jelaskan mengapa Daftar Isi otomatis harus didasarkan pada style heading. Sebutkan langkah membuat penomoran bab otomatis dengan multilevel list, lalu jelaskan peran caption dan cross-reference dalam menjaga dokumen panjang tetap sinkron setelah perubahan. Demonstrasikan memperbarui seluruh field dokumentasi dengan tombol F9.

Praktik Terpadu

Pada dokumen kerangka laporan, tambahkan satu bab baru di tengah struktur dan amati penomoran bab serta subbab menyesuaikan otomatis. Sisipkan satu gambar dengan caption dan satu cross-reference pada teks. Perbarui Daftar Isi dan hitung ulang seluruh field, lalu pastikan nomor halaman bagian inti tetap dimulai dari 1.

Ringkasan

Peserta mampu mengelola dokumen panjang dari penomoran bab, Daftar Isi otomatis, caption, hingga cross-reference dan penomoran halaman terpisah. Keterampilan Mail Merge pada pertemuan berikutnya menghubungkan dokumen dengan data eksternal.

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *