Mata Kuliah: Aplikasi Web (TW2). Durasi: 120 menit (Tatap Muka). Target: Mahasiswa semester 2.
Tujuan Pembelajaran
- Menjelaskan peran backend pada aplikasi web
- Mengenali berbagai bahasa server-side dan kelebihannya
- Menyiapkan lingkungan server lokal menggunakan XAMPP
- Menulis dan menjalankan program PHP yang menerima data formulir
Capaian Pembelajaran
Mahasiswa memahami peran backend, mampu menyiapkan server lokal, serta menulis dan menjalankan program PHP sederhana yang menerima data dari formulir.
Konsep Materi
Sebagai gambaran, ketika seorang pengguna mengisi formulir pendaftaran dan menekan tombol kirim, browser mengirim data ke alamat server. Skrip PHP pada server menerima data tersebut, memprosesnya, dan mengembalikan hasil berupa halaman yang disesuaikan dengan data yang masuk. Perilaku dinamis semacam ini tidak mungkin dicapai dengan HTML statis, karena isi halaman bergantung pada data yang dikirim pengguna dan perlu dibuat secara otomatis oleh server.
Selain menerima data, server juga berperan dalam menjaga konsistensi aturan. Misalnya, sebelum menyimpan sebuah nilai, skrip dapat memeriksa apakah nilai tersebut sesuai ketentuan aplikasi. Apakah proses bisnis diletakkan di server atau di masing-masing pengguna merupakan keputusan penting, dan pada hampir semua kasus diletakkan di server agar dapat dipertanggungjawabkan dan diamankan. Peran sentral inilah yang menjadikan backend bagian yang tidak dapat diabaikan dalam aplikasi web.
Agar pengembangan berjalan lancar, ada beberapa kebiasaan yang baik untuk dibiasakan sejak awal. Pertama, selalu memisahkan kode program agar mudah dibaca dan diperbaiki. Kedua, memberi nama berkas dengan jelas sesuai fungsinya sehingga mudah dikenali. Ketiga, rajin memeriksa pesan kesalahan pada browser, karena pesan tersebut memberi petunjuk tentang baris kode yang bermasalah. Kebiasaan-kebiasaan kecil ini mengurangi banyak kebingungan ketika aplikasi semakin besar.
Penting juga dipahami bahwa bahasa server-side berjalan di tempat yang berbeda dari JavaScript pada halaman. JavaScript pada HTML dijalankan oleh browser pengguna, sedangkan kode PHP dijalankan oleh server sebelum halaman dikirim. Oleh karena itu, kode PHP tidak dapat dilihat langsung pada pandangan halaman di browser, melainkan hanya hasil akhirnya. Memahami pembagian ini membantu mahasiswa menempatkan setiap kode pada tempat yang benar.
Di akhir sesi, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menjalankan kode, tetapi juga memahami alasan mengapa setiap baris ditulis. Pertanyaan seperti apa yang terjadi bila metode GET, atau mengapa data diambil dari array tertentu, akan melatih cara berpikir. Kemampuan bertanya dan menjawab alasan semacam ini menandai peralihan dari sekadar penyalin kode menjadi calon pengembang yang memahami prinsip di balik pekerjaannya.
Backend adalah bagian aplikasi web yang berjalan di server dan tidak tampak oleh pengguna. Perannya bersama frontend: menangani pemrosesan data, validasi, autentikasi, koneksi database, serta membalaskan respons yang kemudian dirender browser. Tanpa backend, aplikasi hanya berupa halaman statis tanpa kemampuan menyimpan data pengguna atau menerapkan aturan bisnis. Pemilihan bahasa server-side menjadi keputusan penting yang memengaruhi produktivitas, keamanan, dan kemudahan pemeliharaan.
Bahasa server-side selalu diproses terlebih dahulu di server sebelum hasilnya dikirim ke browser. Contoh yang populer antara lain PHP, Python, JavaScript dengan Node.js, dan Java. PHP dipilih untuk materi ini karena mudah dipelajari, tersedia luas pada layanan hosting murah, dan integrasinya dengan database seperti MySQL sangat sederhana. Kode PHP ditandai dengan tag pembuka dan ditutup dengan tanda tanya, serta dapat disisipkan langsung ke dalam dokumen HTML, sehingga cocok bagi pemula.
Untuk menjalankan kode PHP dibutuhkan server web beserta interpreter PHP. XAMPP adalah paket perangkat lunak yang menggabungkan Apache sebagai server web, MySQL sebagai database, dan PHP dalam satu instalasi. Setelah XAMPP dijalankan dan modul Apache aktif, berkas PHP diletakkan pada folder htdocs dan diakses melalui browser dengan alamat localhost. Keberadaan server lokal ini memungkinkan pengembangan dan pengujian aplikasi pada komputer sendiri sebelum dipublikasikan.
Pada sisi server, pemrogram membaca data yang dikirim pengguna melalui formulir menggunakan variabel superglobal. Data metode GET tersedia pada array GET, sedangkan data metode POST pada array POST. Variabel ini selanjutnya dapat dicetak, divalidasi, atau digunakan untuk membangun kueri ke database. Memahami alur nilai masuk ke server merupakan inti logika backend yang akan dikembangkan pada pertemuan-pertemuan berikut.
Langkah Praktik
- Instal XAMPP di komputer dan jalankan modul Apache.
- Buka folder htdocs dan buat direktori belajar.
- Buat berkas index.
- php di dalamnya dengan gabungan HTML dan kode PHP.
- Jalankan melalui browser dengan alamat localhost sesuai nama folder.
- Buat formulir dan proses datanya dengan metode POST lalu tampilkan hasilnya.
Latihan / Proyek
- Jelaskan perbedaan pembuatan web statis dan dinamis
- Ubah program PHP untuk menampilkan nama sesuai pilihan radio
- Tambahkan pengecekan agar pesan hanya muncul bila data terisi
- Tampilkan alamat IP komputer melalui fungsi bawaan PHP
- Buat halaman kedua yang dihubungkan lewat tautan dan kirim data antar halaman
Rekap & Tindak Lanjut
Mahasiswa memahami peran backend dan mampu menyiapkan server lokal dengan XAMPP. Kemampuan menjalankan PHP dan membaca data formulir menjadi modal penting sebelum membangun koneksi ke database.
