Pertemuan 10: Deployment – Hosting dan Domain

Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti pertemuan ini, mahasiswa mampu memasang website ke hosting, memahami istilah domain dan hosting, menghubungkan keduanya, serta menerapkan praktik aman sebelum publikasi.

Konsep Hosting dan Domain

Hosting adalah layanan penyimpanan file website di server yang selalu terhubung ke internet sehingga bisa diakses siapa saja. Domain adalah alamat yang mudah diingat, seperti contoh.com, yang diarahkan menuju server tersebut. Saat pengunjung mengetik domain, DNS (Domain Name System) menerjemahkannya menjadi alamat IP server.

Untuk memulai bisa menggunakan hosting statis gratis seperti GitHub Pages atau Netlify yang cukup menyediakan ruang untuk file HTML, CSS, dan JavaScript tanpa biaya. Domain sendiri bisa didaftarkan lalu diarahkan ke layanan tersebut.

Persiapan Sebelum Publikasi

Sebelum dipublikasikan, pastikan semua tautan relatif benar, gambar sudah dimuat ke folder images, dan seluruh file sudah diuji di folder lokal. Periksa tampilan di beberapa ukuran layar untuk memastikan responsif, serta hapus kode debug seperti console.log yang tidak diperlukan.

Tambahkan metadata dasar di head seperti judul halaman, deskripsi, dan tags meta untuk membantu mesin pencari. Folder bernama favicon dan robots.txt mendukung penampilan sederhana, namun yang esensial adalah konten dan meta deskripsi.

<code class="language-html"><title>Usaha Saya - Profil</title>
<meta name="description" content="Kami menyediakan layanan jasa digital murah dan terpercaya."></code>

Men-deploy ke GitHub Pages

GitHub Pages adalah hosting statis gratis yang mudah digunakan. Langkahnya: buat repositori di GitHub, unggah semua file website ke cabang utama, lalu aktifkan Pages di pengaturan repositori dengan memilih folder sebagai sumber. Website kemudian tersedia di alamat username.github.io nama-repositori.

Setelah diunggah, perubahan bisa diperbarui dengan perintah git untuk menambahkan, melakukan commit, dan mengirim perubahan ke repositori. Sinkronkan perubahan dari Git untuk menjaga website selalu terbaru.

<code class="language-bash">git add .
git commit -m "Versi pertama website"
git push origin main</code>

Memakai Domain Sendiri

Setelah website aktif di layanan hosting, Anda bisa menghubungkan domain sendiri. Caranya beli nama domain dari penyedia seperti Niagahoster atau Domainesia. Di panel DNS penyedia, tambahkan catatan CNAME pada nama host yang diinginkan menuju alamat subdomain hosting, lalu tunggu propagasi berjalan.

Propagasi DNS bisa memakan waktu beberapa menit hingga 24 jam. Gunakan validator online untuk memeriksa apakah catatan sudah terdeteksi. Pastikan juga memakai HTTPS agar koneksi pengunjung terenkripsi.

<code class="language-text">// contoh catatan CNAME
type: CNAME
host: www
value: username.github.io</code>

Praktik Aman dan Pengecekan

Periksa website yang sudah live dari beberapa perangkat dan browser. Pastikan semua tautan berfungsi, tidak ada gambar rusak, dan halaman memuat cepat. Gunakan alat pemeriksa kecepatan dan validasi HTML untuk menemukan masalah.

Catat password dan pengaturan akun hosting di tempat aman. Jangan membagikan kredensial secara terbuka, dan jangan pernah mengunggah file yang berisi informasi pribadi atau kata sandi ke repositori publik.

Langkah Praktik

Deploy website tiga halaman dari pertemuan 9 ke GitHub Pages. Setelah aktif, akses dari ponsel dan desktop untuk memastikan tampilannya benar. Jika memungkinkan, daftarkan domain gratis atau buat subdomain, lalu hubungkan dengan catatan CNAME di panel DNS.

Terakhir, evaluasi halaman yang sudah live dengan alat pengecekan kecepatan dan catat waktu muat serta ukuran file. Perbaiki hal-hal yang memperlambat seperti gambar berukuran sangat besar.

Konsep Kunci

  • Hosting adalah layanan penyimpanan file website di server yang selalu terhubung ke internet sehingga bisa diakses siapa saja.
  • Domain adalah alamat yang mudah diingat, seperti contoh.
  • com, yang diarahkan menuju server tersebut.
  • Saat pengunjung mengetik domain, DNS (Domain Name System) menerjemahkannya menjadi alamat IP server.
  • Untuk memulai bisa menggunakan hosting statis gratis seperti GitHub Pages atau Netlify yang cukup menyediakan ruang untuk file HTML, CSS, dan JavaScript tanpa biaya.
  • Domain sendiri bisa didaftarkan lalu diarahkan ke layanan tersebut.
  • Sebelum dipublikasikan, pastikan semua tautan relatif benar, gambar sudah dimuat ke folder images, dan seluruh file sudah diuji di folder lokal.
  • Periksa tampilan di beberapa ukuran layar untuk memastikan responsif, serta hapus kode debug seperti console.
  • Tambahkan metadata dasar di head seperti judul halaman, deskripsi, dan tags meta untuk membantu mesin pencari.

Contoh Kode

<code class="language-bash">git init
git add .
git commit -m "First version"
git branch -M main
git remote add origin https://github.com/user/repo.git
git push -u origin main</code>
<code class="language-text"># CNAME record for a custom domain
type: CNAME
host: www
value: user.github.io</code>

Hosting adalah layanan penyimpanan file website di server yang selalu terhubung ke internet sehingga bisa diakses siapa saja. Domain adalah alamat yang mudah diingat, seperti contoh.com, yang diarahkan menuju server tersebut. Saat pengunjung mengetik domain, DNS (Domain Name System) menerjemahkannya menjadi alamat IP server.

Latihan

Lakukan deploy website proyek Anda ke salah satu hosting statis dan kirimkan URL-nya. Pastikan tautan, gambar, dan tampilan responsif bekerja sempurna, lalu tulis laporan singkat berisi alamat website, domain yang dipakai, dan hasil pengecekan kecepatan.

No Comment! Be the first one.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *