Tujuan Pembelajaran
- Menjelaskan perbedaan build debug dan release.
- Membuat keystore dan mengkonfigurasi signing.
- Membangun APK release dalam format appbundle.
- Menguji hasil build pada perangkat.
Uraian Materi
Aplikasi yang didistribusikan di-build pada mode release – hasilnya lebih kecil, cepat, dan tidak menyertakan fasilitas debug. Untuk Google Play, format yang diwajibkan adalah Android App Bundle (AAB).
Membuat Keystore
Keystore adalah berkas kunci untuk menandatangani aplikasi:
keytool -genkey -v -keystore ~/upload-keystore.jks
-keyalg RSA -keysize 2048 -validity 10000
-alias uploadKata sandi keystore wajib disimpan dengan aman; kehilangan keystore berarti tidak dapat memperbarui aplikasi di masa depan.
Konfigurasi Signing
Berkas keystore direferensikan pada key.properties dan dihubungkan dengan signingConfig pada build.gradle. Konvensi mengharuskan berkas ini tidak di-commit ke version control.
Membangun AAB dan APK
flutter build appbundle # menghasilkan AAB
flutter build apk --release # menghasilkan APKMenguji Hasil Build
Hasil build dipasang dan diuji pada perangkat fisik/emulator. Peserta memastikan seluruh fitur berjalan pada versi rilis, karena mode release dapat menyembunyikan error yang hanya muncul di release.
Uji dan Kualitas
Selain fungsional, pengujian singkat mencakup ukuran berkas dan kecepatan memulai aplikasi. Perbandingan dengan mode debug memberi pemahaman nyata tentang model release.
Perbedaan Debug dan Release
Mode debug menyertakan alat pemeriksaan dan berjalan lebih lambat, sedangkan release dioptimalkan dan tanpa fasilitas debug. Pemilihan build type disesuaikan dengan tujuan: pengembangan memakai debug, distribusi memakai release.
Gradasi Tanda Tangan AAB
Keystore upload dipakai untuk menandatangani AAB yang diunggah ke Google Play, sementara Google menandatangani ulang APK yang didistribusikan ke perangkat. Konfigurasi signing pada build.gradle menghubungkan keystore dengan proses build secara otomatis.
Menyimpan Kredensial ke Tempat Aman
Menyimpan kata sandi keystore dan konfigurasi pada berkas yang tidak masuk repository (misal key.properties yang dikecualikan .gitignore) menjaga keamanan. Perhatian terhadap detail ini melindungi proyek dari penyalahgunaan.
Uji Aplikasi pada Perangkat Nyata
Build final sebaiknya diuji pada perangkat fisik yang mewakili pengguna, bukan hanya emulator. Perbedaan spesifikasi dan versi sistem dapat memengaruhi performa. Hasil pengujian menjadi bahan perbaikan sebelum aplikasi masuk trayek pemeriksaan store.
Aktivitas Pembelajaran
- Menjelaskan perbedaan mode debug dan release.
- Membuat keystore dan mengonfigurasi signing.
- Membangun AAB dan APK release.
- Menginstal dan menguji hasil build.
Tugas dan Latihan
- Selesaikan pembuatan AAB dan APK release.
- Uji aplikasi hasil release di perangkat Anda.
- Catat ukuran berkas dan bandingkan dengan versi debug.
Evaluasi
Evaluasi dilakukan melalui pengamatan hasil praktikum, kuis singkat di akhir pertemuan, dan pemantauan proyek. Peserta yang belum mencapai indikator tertentu diberikan remedial melalui bimbingan ulang dan latihan tambahan pada pertemuan berikutnya.
Panduan umum praktik, catatan belajar, dan refleksi tersedia di Panduan Belajar Kribbi Study.

